Peran Pendidikan Kegawatdaruratan Dalam Meningkatkan Respons Awal Terhadap Keracunan: Tinjauan Literatur
Keywords:
Keracunan Makanan; Pendidikan Kegawatdaruratan; Pertolongan PertamaAbstract
Keracunan makanan masih menjadi masalah kesehatan global dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi, termasuk di Indonesia, terutama pada anak usia sekolah akibat rendahnya pengetahuan tentang higiene dan penanganan awal. Kondisi ini menunjukkan urgensi pendidikan kegawatdaruratan, sementara bukti mengenai efektivitas berbagai metode edukasi masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pendidikan kegawatdaruratan terhadap peningkatan respons pertolongan pertama pada kasus keracunan makanan. Penelitian menggunakan pendekatan literature review dengan desain narrative review terhadap artikel nasional tahun 2020–2024 yang diperoleh melalui penelusuran kata kunci terkait pertolongan pertama, keracunan makanan, dan edukasi kesehatan; lima studi memenuhi kriteria inklusi. Hasil analisis menunjukkan tiga tema utama, yaitu efektivitas media audiovisual, keberhasilan edukasi kegawatdaruratan terstruktur, dan peningkatan pengetahuan yang konsisten, dengan peningkatan kategori pengetahuan dari kurang menjadi baik sebesar 70–86% setelah intervensi. Secara keseluruhan, pendidikan kegawatdaruratan terbukti meningkatkan pengenalan dini gejala dan ketepatan tindakan awal keracunan, sehingga penting untuk diintegrasikan dalam program kesehatan sekolah guna meningkatkan kesiapsiagaan dan mencegah komplikasi.










