Perbandingan Model Proses Keperawatan Tradisional Dan Holistik Di Unit Gawat Darurat: Analisis Kelebihan, Kekurangan, Dan Hambatan Penerapan Berdasarkan Tinjauan Literatur Nasional
Keywords:
Keperawatan holistik, model tradisional, proses keperawatan, unit gawat daruratAbstract
Pelayanan keperawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) menuntut perawat untuk memberikan asuhan yang sigap, akurat, dan terukur. Selama ini, mayoritas perawat di IGD masih menerapkan model proses keperawatan tradisional yang berpusat pada kondisi fisik pasien dan tindakan medis segera. Tetapi, pendekatan ini kerap kali belum sepenuhnya memperhatikan aspek psikologis, sosial, dan spiritual pasien. Sebaliknya, model keperawatan holistik menekankan pemenuhan kebutuhan pasien secara komprehensif (bio-psiko-sosio-spiritual), yang mampu meningkatkan kualitas asuhan dan kepuasan pasien. Penelitian ini merupakan tinjauan literatur nasional yang membandingkan kelebihan, kekurangan, dan hambatan penerapan kedua model di IGD. Hasil studi menunjukkan bahwa model tradisional lebih efektif dalam hal kecepatan dan efisiensi karena sejalan dengan situasi darurat. Namun, strategi ini tidak cukup menjawab kebutuhan emosional pasien dan komunikasi terapeutik. Sebaliknya, paradigma holistik menawarkan dukungan yang lebih humanis, tetapi juga membutuhkan lebih banyak waktu dan pendekatan yang lebih bijaksana terhadap kehidupan manusia. Kesimpulannya, penerapan proses keperawatan holistik di IGD dapat menjadi pelengkap bagi model tradisional agar pelayanan tidak hanya cepat, tetapi juga menyentuh seluruh aspek kebutuhan pasien. Integrasi kedua model diharapkan mampu meningkatkan mutu pelayanan keperawatan gawat darurat secara menyeluruh.










