Relaksasi Benson Untuk Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia dengan Hipertensi
Keywords:
hipertensi, lansia, tekanan darah, relaksasi Benson, intervensi nonfarmakologiAbstract
Hipertensi merupakan salah satu gangguan kesehatan yang sering muncul pada usia lanjut dan dapat menimbulkan komplikasi serius bila tidak dikelola dengan baik. Selain terapi obat, berbagai pendekatan nonfarmakologis mulai banyak diterapkan untuk membantu menstabilkan tekanan darah. Salah satu metode tersebut adalah relaksasi Benson, yaitu teknik yang memadukan pernapasan teratur dengan pengulangan kata atau kalimat yang memberikan rasa nyaman sehingga tubuh memasuki kondisi rileks. Respons relaksasi ini diyakini dapat menurunkan aktivitas saraf simpatis dan membantu menurunkan tekanan darah.Penelitian ini menyusun tinjauan dari tiga studi sebelumnya yang menilai sejauh mana terapi Benson berdampak pada tekanan darah lansia yang mengalami hipertensi. Ketiga penelitian menggunakan desain quasi-eksperimental dengan model satu kelompok pretest–posttest, melibatkan responden berusia 60 tahun ke atas dengan jumlah sampel antara 2 hingga 30 orang. Intervensi diberikan selama 10–15 menit setiap sesi dalam jangka waktu beberapa hari hingga beberapa minggu. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah pemberian terapi, lalu dianalisis menggunakan uji paired t-test.Hasil sintesis menunjukkan bahwa semua penelitian
mencatat penurunan tekanan darah setelah intervensi. Penurunan yang paling konsisten terlihat pada tekanan sistolik, yakni sekitar 5–10 mmHg, sedangkan perubahan pada tekanan diastolik tidak selalu signifikan. Dua dari tiga studi memperoleh nilai p<0,05 sehingga menunjukkan adanya pengaruh yang bermakna secara statistik. Secara keseluruhan, relaksasi Benson dapat dianggap sebagai strategi pendukung yang aman, mudah diterapkan, dan bermanfaat dalam membantu mengontrol tekanan darah pada lansia hipertensi.










