PENDIDIKAN KESEHATAN MP-ASI TEPAT USIA DAN GIZI SEIMBANG UNTUK BAYI DI POSYANDU SUKAMAJU 2 KECAMATAN TAMANSARI KOTA TASIKMALAYA

Authors

  • Tira Wahyuni Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Kristia Sukma Sari Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Anisa Nur Halisa Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Fasya Azkatul Zannah Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Rida Rodiatul Zannah Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Aneu Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Nayla Saadathi Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Siti Nurul Aulia Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Rossa Selina Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Selvyana Putri Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Bilkis Azzahro Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Dita Nurlatifah Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Zahra Roudatul Hasanah Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya
  • Asep Setiawan Universitas Muhammadiyah Tasikmalaya

Keywords:

Bayi, Gizi Seimbang, MP-ASI, Pendidikan Kesehatan, Posyandu

Abstract

Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) yang tidak tepat usia dan tidak memenuhi prinsip gizi seimbang masih menjadi permasalahan di masyarakat dan berkontribusi terhadap terjadinya masalah gizi pada bayi, termasuk stunting. Rendahnya pengetahuan ibu dan keluarga mengenai waktu, jenis, dan cara pemberian MPASI menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi praktik pemberian makan bayi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat, khususnya ibu yang memiliki bayi usia 6–24 bulan, mengenai MP-ASI tepat usia dan gizi seimbang. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan melalui ceramah dan tanya jawab kepada 37 peserta di Posyandu Sukamaju 2. Materi yang diberikan meliputi pengertian MP-ASI, waktu pemberian, jenis dan tekstur MP-ASI sesuai usia, syarat pemberian MP-ASI, serta contoh menu bergizi seimbang. Evaluasi dilakukan secara struktural, proses, dan hasil melalui partisipasi peserta serta kemampuan peserta dalam menjelaskan kembali materi yang telah disampaikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dan aktif dalam sesi tanya jawab. Setelah penyuluhan, peserta mampu menyampaikan kembali poinpoin penting terkait MP-ASI, menunjukkan adanya peningkatan pemahaman mengenai pemberian MP-ASI yang benar. Dokumentasi kegiatan pada setiap tahapan, mulai dari penyampaian materi hingga diskusi dan penutupan, menjadi bukti pelaksanaan kegiatan yang partisipatif.

Downloads

Published

2025-04-20